Apa itu baper?
Baper adalah singkatan dari "bawa perasaan" yang berarti mudah terbawa perasaan sendiri.
Sebagian dari kita lebih sensitif secara emosi yang berarti memiliki perasaan yang sangat kuat, bereaksi lebih cepat terhadap situasi emosional dan memerlukan waktu yang lama agar perasaan kembali normal.
Rasanya kacau balau, semrawut dan membuat dada kita sesak.
Kenapa kita baper?
Tidak ada penyebab universal kebaperan. Bisa jadi kita terlahir lebih sensitif terhadap perasaan (faktor biologi) dan bisa jadi juga kita baperan karena suatu kejadian di masa lalu kita (faktor lingkungan).
Apakah baper itu salah?
Satu hal yang perlu kamu ketahui: manusia adalah mahluk emosional. Perasaan adalah bagian penting dari manusia. Perasaan bukanlah masalah, reaksi kita terhadap perasaan itu yang bisa menjadi masalah. Baper bukanlah hal yang baik atau buruk, tetapi reaksi kita dapat dinilai.
Adakah bahaya baper?
Meski perasaan adalah hal yang alami bagi manusia, terbawa perasaan dapat merugikan kita. Kita akan bertindak impulsif, mudah membuat kesalahan, tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan terjebak dalam keadaaan emosional negatif.
Tapi tenang.. baper bukanlah hal yang berbahaya selama perasaan tidak mendikte tindakan kita.
Cara agar tidak mudah baper
Kebanyakan orang baperan biasanya terlalu memikirkan orang lain. Bukan hanya opini, tetapi sikap diam seseorang kita anggap sebagai reaksi terhadap ucapan atau tindakan kita.
Kita harus menyadari bahwa dunia ini bukan cuma tentang diri kita. Orang lain belum tentu memikirkan kita. Jadi, kita harus berhenti khawatir dan jangan terlalu memusingkan opini orang lain.
Perasaan tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Bukan berarti kita akan selalu baperan, yang saya maksud di sini: perasaan itu tidak dapat diubah sesuka kita. Kamu tidak akan bisa berhenti baperan hanya karena kemauanmu.
Kamu bisa belajar mengendalikan perasaanmu terhadap hal tertentu. Kamu harus secara sadar mengevaluasi perasaan dan emosimu sendiri. Lalu bertanya: "apakah wajar jika aku merasakan ini sekarang?"
Jangan berdiam dalam perasaan, cobalah untuk benar-benar merasakan dan memahami emosimu. Setiap emosi memiliki tujuannya masing-masing, entah itu marah, kesedihan atau kebahagiaan. Kamu harus menganalisa perasaanmu dan memutuskan caramu bertindak.

Komentar
Posting Komentar